Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Resep Bistik Jawa, Makanan Kesukaan Sultan Hamengkubuwono IX



Resep Bistik Jawa, Makanan Kesukaan Sultan Hamengkubuwono IX Halaman all





ResepEnyoi.my.id - Jasa Sri Sultan Hamengkubuwono IX berjasa melindungi rakyat Indonesia dari penjajah Jepang sebelum era Kemerdekaan RI. 


Ia menyelamatkan masyarakat Yogyakarta dari romusha pembangunan kanal irigari yang menghubungkan Kali Progo dan Kali Opak.


Selain memiliki peran penting di lingkup pemerintah dan politik, Sultan Hamengkubuwono IX juga dinobatkan sebagai Bapak Pramuka Indonesia.



Gelar Bapak Pramuka Indonesia disematkan karena ia mendapat medali Bronze Wold sebagai pengakuan atas sumbangsih individu kepada kepanduan dunia oleh organisasi resmi World Scout Committee (WSC).


Sultan Hamengkubuwono IX merupakan putra dari Sultan Hamengkubuwono VIII, ia lahir dan tumbuh besar di Yogyakarta.


Sebagai daerah asal Sultan Hamengkubuwono, Yogyakarta memang menyimpan banyak cerita. Yogyakarta kaya akan sejarah, adat, dan kuliner.


Ada beragam makanan khas Yogyakarta yang bisa dicoba, salah satunya yaitu makanan kesukaan Sultan Hamengkubuwono IX, yakni bistik jawa.


Di dalam buku "Menu Favorit Para Raja: Potret Kekayaan Kuliner Yogyakarta 'Kersanan Ndalem' Semakin Sehat dengan Slow Food" (2010) karya Murdijati Gardjito dkk terbitan PT Kanisus dijelaskan mengenai makanan kesukaan keluarga kerajaan Yogyakarta.


Dijelaskan bahwa Sultan Hamengkubuwono IX biasanya menyantap bistik jawa sebagai makanan utama, setelah sebelumnya menyantap selat timun, sop buntut, dan sop tomat.


Dalam rangka memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia, sekaligus mengingat kembali perjuangan Sultan Hamengkubuwono IX dalam merebut kemerdekaan, kamu bisa coba bikin makanan kesukaan Sultan Hamengkubuwono IX.


Resep lengkap bistik jawa bisa dilihat di sini:




Baca juga:


Resep bistik jawa


Bahan bistik jawa:



  • 500 gram kentang (potong memanjang dan rebus)

  • 200 gram wortel (potong memanjang dan rebus)

  • 200 gram buncis (potong dan rebus)

  • 500 gram daging sapi has dalam

  • Air kaldu secukupnya

  • Daun selada secukupnya

  • Tomat secukupnya

  • 250 mililiter susu cair 

  • 7 butir bawang merah

  • Merica bubuk secukupnya

  • Garam secukupnya

  • Kecap secukupnya

  • Gula pasir secukupnya

  • Tepung maizena secukupnya

  • Mentega secukupnya



Baca juga:


Cara membuat bistik jawa:


1. Tumis wortel dan buncis menggunakan mentega dan susu cair hingga layu, lalu sisihkan. Kemudian goreng kentang dan sisihkan untuk isian pecel.


2. Iris tipis daging sapi dan tusuk-tusuk menggunakan garpu, kemudian taburi dengan merica dan garam. Sisihkan.


3. Iris tipis tiga butir bawang merah lalu dengan mentega hingga harum, kemudian masukkan daging, kecap, dan sedikit kaldu. Masak daging hingga bumbu meresap dan matang. Sisihkan.


4. Parut empat butir bawang merah lalu tumis dengan mentega hingga harum. Masukkan susu cair, merica halus, garam, dan gula pasir, lalu aduk hingga bumbu tercampur rata.


5. Cairkan tepung maizena dengan sedikit air lalu tuang ke dalam tumisan. Aduk hingga saus mengental.


6. Tata semua sayuran dan daging di atas piring, lalu siram dengan saus di atasnya. 



Baca juga:




Buku "Menu Favorit Para Raja: Potret Kekayaan Kuliner Yogyakarta 'Kersanan Ndalem' Semakin Sehat dengan Slow Food" (2010) karya Murdijati Gardjito dkk terbitan PT Kanisus bisa dibeli secara online di Gramedia.com.










Source: www.kompas.com